Wakil Bupati Bengkalis Drs. Suayetno menyampaikan Ada 4 ciri-ciri keberhasilan seseorang dalam melaksanakan ibadah bulan suci ramadhan, pertama salimun aqidah, aqidahnya yang buruk, aqidahnya yang salim, tidak ada lagi aqidah kita di kotori dengan sifat-sifat kesyirikan kepada Allah SWT. dari aqidah yang buruk lahir iman yang hidup, iman yang dinamis bukan iman yang sakit apa tah lagi iman yang mati. umat islam tidak boleh imannya sakit apa lagi imannya mati, kalau imannya sudah sakit atau sudah mati maka tidak ada nilainya di sisi Allah SWT. iman seorang muslim hendaklah iman yang dinamis, yang tumbuh subur, yang sungguh-sungguh yang karena iman itulah hendaknya kebaikan demi kebaikan akan hidup dalam diri setiap seorang muslim. tetapi kalau imannya sudah marid(sakit) apa lagi mayit (mati) keberadaan hidup kita sesungguhnya sama dengan tidak ada, demikianlah yang dikehendaki oleh tarbiyah ramadhan kepada kita, yang kedua Sohimul ibadah, ibadahnya semakin benar, ada kualitas ibadah kita yang terus meningkat dari kekhusukan ibadah kita dalam bulan ramadhan dan kualitas ibadah kita, ketiga Matimul Khulu', semakin meningkatkan akhlak, akhlak ada tiga 1. ahsanul takwim memiliki akhlak dan penampilan yang baik, penampilan bukan dalam bentuk fisik tetapi dalam bentuk yang luas 2. akhsanul qoulan, perkataan yang terbaik yang kita lakukan, kata nabi SAW jika kita tidak perlu membincangkan sesuatu dan pembicaraan kita itu sia-sia maka lebih baik kita diam. 3. akhsanul amal, menciptakan amal-amal yang terbaik. Sebaik-baik manusia itu adalah manusia yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. ini lah beberapa hal yang diinginkan ramadhan kepada kita. Setelah ramdhan kita berhalal bi halal adalah untuk menyambung hubungan hamblum minannasnya kita sesama manusia. hablum minannas kita itu ada ciri-cirinya yaitu Pertama ta'aruf (saling mengenal), Kedua Tafakur (saling memahami), Ketiga Ta'aun (saling tolong-menolong), Keempat Takaffur (saling menanggung).
JL. KELAPAPATI DARAT BENGKALIS TELP. 0766-21051 FAX. 0766-22227 Email.www.humas.kemenagbks@gmail.com
Jumat, 30 September 2011
Empat Ciri keberhasilan dalam Melaksanakan Ibadah Puasa
Wakil Bupati Bengkalis Drs. Suayetno menyampaikan Ada 4 ciri-ciri keberhasilan seseorang dalam melaksanakan ibadah bulan suci ramadhan, pertama salimun aqidah, aqidahnya yang buruk, aqidahnya yang salim, tidak ada lagi aqidah kita di kotori dengan sifat-sifat kesyirikan kepada Allah SWT. dari aqidah yang buruk lahir iman yang hidup, iman yang dinamis bukan iman yang sakit apa tah lagi iman yang mati. umat islam tidak boleh imannya sakit apa lagi imannya mati, kalau imannya sudah sakit atau sudah mati maka tidak ada nilainya di sisi Allah SWT. iman seorang muslim hendaklah iman yang dinamis, yang tumbuh subur, yang sungguh-sungguh yang karena iman itulah hendaknya kebaikan demi kebaikan akan hidup dalam diri setiap seorang muslim. tetapi kalau imannya sudah marid(sakit) apa lagi mayit (mati) keberadaan hidup kita sesungguhnya sama dengan tidak ada, demikianlah yang dikehendaki oleh tarbiyah ramadhan kepada kita, yang kedua Sohimul ibadah, ibadahnya semakin benar, ada kualitas ibadah kita yang terus meningkat dari kekhusukan ibadah kita dalam bulan ramadhan dan kualitas ibadah kita, ketiga Matimul Khulu', semakin meningkatkan akhlak, akhlak ada tiga 1. ahsanul takwim memiliki akhlak dan penampilan yang baik, penampilan bukan dalam bentuk fisik tetapi dalam bentuk yang luas 2. akhsanul qoulan, perkataan yang terbaik yang kita lakukan, kata nabi SAW jika kita tidak perlu membincangkan sesuatu dan pembicaraan kita itu sia-sia maka lebih baik kita diam. 3. akhsanul amal, menciptakan amal-amal yang terbaik. Sebaik-baik manusia itu adalah manusia yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. ini lah beberapa hal yang diinginkan ramadhan kepada kita. Setelah ramdhan kita berhalal bi halal adalah untuk menyambung hubungan hamblum minannasnya kita sesama manusia. hablum minannas kita itu ada ciri-cirinya yaitu Pertama ta'aruf (saling mengenal), Kedua Tafakur (saling memahami), Ketiga Ta'aun (saling tolong-menolong), Keempat Takaffur (saling menanggung).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar